Breaking News
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Januari 2017
Artikel : The Symbol Of Love
Minggu, 28 Juni 2015
Artikel : STASIUNKU
Stasiunku, Keadaanmu Kini!
Lha itu kereta apinya!
Begitulah kata anakku ketika melihat kereta api lewat. Kereta tersebut tidaklah
berhenti di sana. Memang itu adalah kereta besar yang hanya berhenti di
stasiun-stasiun besar. Sedangkan stasiun Buduran adalah salah satu stasiun
kecil yang ada di wilayah Sidoarjo dan hanya Kereta Roda Diesel (KRD) saja yang
berhenti di sana.
Siang itu kami berjalan
ke sana sambil menunggu mobil kami selesai di perbaiki. Kami ingin melihat dari
dekat suasana di stasiun itu. Lagipula di sana juga sepi dan hawanya dingin.
Angin sepoi-sepoi berhembus di antara bangunan panjang stasiun. Namun hanya ada
secuil manusia saja yang berada di dalam kantor stasiun, selebihnya penjaga
palang pintu. Dia berada 100 meter dari kantor tersebut. Juga beberapa orang
berlalu lalang lewat di depan stasiun mencari jalan terdekat ke rumahnya.
Stasiun tersebut
kondisinya sangat memprihatinkan. Kami miris melihatnya. Secara keseluruhan
kondisinya tergolong bagus. Bangunan yang berdiri di belakang deretan pertokoan
dan di antara penjual bunga dan jembatan layang Sidoarjo itu cukup bagus dengan
warna abu-abu putih di dindingnya. Namun lantai keramik dengan warna senada
terlihat seperti biduran (nama penyakit). Beberapa bagiannya kehilangan keramik
yang menempel rapat di dasarnya. Papan pengumuman pun hanya tampak tiga baris
tulisan kedatangan dan keberangkatan kereta. Namun telepon umum koin yang ada
di sana masih berfungsi dengan apik dan suara laju kereta yang mempertontonkan
kehidupan masih ada di sana.
Artikel : SELAMAT PAGI, MALIOBORO!
Selamat
pagi, Malioboro!
Nama pasar ini memang
sudah terkenal di seantero Indonesia, mungkin bahkan di dunia. Semua tahu
Malioboro. Sebuah pasar tradisional yang ada di jalan Malioboro di Jogjakarta.
Letaknya dekat alun-alun. Dekat pula dengan keraton Jogja, masjid agung, dan
bank Indonesia cabang Jogjakarta.
Sebelumnya kuketahui
pasar ini buka setiap sore sampai malam hari. Aku memang tak pernah ke sana
ketika pagi hari. Kupikir pasar ini tutup di saat itu. Sampai saat itu pada
hari kamis tanggal dua puluh satu Mei 2015, kami mengunjunginya pukul sepuluh
pagi. Ramai nian rupanya.
Setelah bis yang kami
tumpangi masuk parkir di pelataran bank Indonesia, kami pun segera turun.
Banyak dari kami dalam satu bis tersebut mengunjungi keraton Jogjakarta, namun beberapa
memutuskan mencuci mata di Malioboro. Walaupun sebenarnya malam kemarin kami
telah mengunjunginya.
Perjalanan kumulai
dengan menyusuri pasar yang ada di samping museum 1 Maret. Pasar sore Malioboro
namanya. Barang dagangan yang dijajakan tidak jauh beda dengan yang ada
diseberang jalan. Namun di sepanjang jalan pasar sore ini banyak ditemui
penjual bakpia pathuk dan pecel khas Jogjakarta. Pembeli antri berjajar,
menempati kursi-kursi plastik yang disediakan oleh penjual.
Walaupun bukan malam
minggu atau hari libur, wisatawan di pasar Malioboro juga tetap ramai. Ada
wisatawan mancanegara dan banyak pula wisataran domestik. Memang benar bila
pasar ini tersohor.
Artikel : PESONA PANTAI PARANGTRITIS
Pesona
Pantai Parangtritis
Bila liburan datang,
memang paling asyik menandai pagi dengan melihat sunrise di tepi pantai. Hal itu juga bisa dilakukan dengan
mengahabiskan sisa hari menjelang sore menunggu sunset. Keindahan matahari meninggalkan terang memunculkan gelap
sangat indah dan menawan.
Demikian pula yang
ditawarkan pantai parangtritis yang terletak di desa Tritis, Yogyakarta itu.
Walaupun di Propinsi DIY banyak sekali pantai, tapi kemolekan pantai
Parangtritis tidak kalah dibandingkan dengan pantai- pantai yang ada di wilayah
Gunung Kidul.
Hari itu tanggal 21 Mei
2015, pukul 4 pagi banyak sudah wisatawan nusantara berkumpul di pinggir
pantai. Semua menunggu datangnya matahari pagi. Suara gemuruh riak ombak pantai
terdengar menderu bercampur dengan kegembiaraan pengunjungnya.
Semburat warna merah di
ufuk langit muncul perlahan menambah keindahan pantai. Tak dihirau kan hawa
dingin dan angin sepoi-sepoi menusuk tulang. Lambat laun terang menghiasi langit
meninggalkan gelap.
Banyak hal dilakukan di
tepi pantai. Berkendara berdua di motor roda tiga yang telah disewa. Menunggang
kuda poni menyusuri bibir pantai. Duduk-duduk menikmati jagung bakar, bakso,
ataupun jajanan ringan yang ditawarkan sambil melihat sekeliling. Bergembira,
berfoto, bermain air, atau berenang pun dilakukan sambil menunggu panas
matahari yang menghangatkan tubuh. Tersedia pula kolam renang kecil buatan
penduduk di sana yang bisa dinikmati anak-anak kecil dengan hanya lima ribu
rupiah saja.
Dengan perbaikan sana
sini, kini pantai Parangtritis telah berbenah. Tak tampak kotor akan sampah di
pelataran pantai. Rumah penduduk pun di bangun dan dicat warna-warni. Berjajar
penjual oleh-oleh khas Yogyakarta menawarkan barang dagangannya. Hotel atau
penginapan banyak ditemui di perkampungan. Jalan mulus pun memperlancar
perlajalan.
Kami juga menikmati
keindahan pantai dari lantai dua hotel “ARIS” tempat kita menginap. Di kejauhan
tampak ombak pantai bergulung-gulung berkejaran memecah pantai. Keindahan
pantai kami nikmati di teras atas sambil duduk, bersendau gurau, berfoto, dan
berdiskusi tentang tujuan kami selanjutnya.
Pukul sembilan tepat
kami meninggalkan pantai Parangtritis. Dua bis yang kami bawa berjalan perlahan
keluar menjauh dari desa Tritis menuju ke pusat kota Jogjakarta. Harapan pun terucap semoga lain waktu kami
dapat mengunjungi pantai yang sudah lama terkenal akan keindahannya itu.
Artikel : PERKUAT IMANMU ............, NAK!
Perkuat imanmu……..,
nak!
By : Kesi Damayanti
Pekerjaan: Guru SMAN 1 Menganti
Gresik
Telp :083849701226
Kenakalan merusak
moral.
Dunia memang sudah berbeda. Pemikiran anak-anak
sekarang sudah jauh lebih modern. Perkembangan infomasi dan teknologi yang
serba cepat dan canggih adalah salah satu penyebabnya.
Derasnya informasi terkadang menyulitkan
orang tua dalam membentengi anaknya. Informasi tersebut terkadang memberikan
dampak buruk pada mereka. Itulah hal terpenting yang menjadi pokok permasalahan
pada setiap orang tua.
Di media cetak dan eletronik sering
diberitakan macam-macam kenakalan remaja yang sering disorot. Misalnya
penyalahgunaan narkoba, akses video porno, seks bebas, aborsi, prostitusi, dan
lain-lain. Naudzubillah min dzalik. Bagaimana
masa depan pemuda kita nanti?
BNN menyatakan lebih dari 50 persen
pengguna narkoba adalah kalangan pelajar
dan mahasiswa. Narkoba merusak masa depan mereka. Tidak hanya fisik tapi juga
mental mereka. Narkoba adalah awal dari kehancuran.
Pakar psikologi, Zoy Amirin mengatakan
lebih dari 50 persen remaja di kota besar ‘belajar’ seks melalui video porno.
Fakta memperlihatkan sebagian besar pelaku pembuatan video porno adalah pelajar.
Dari video porno yang sering dilihatnya, tidak
menutup kemungkinan mereka juga pernah melakukan seks bebas, walaupun budaya
timur mengharamkan hal itu. Pengaruh budaya asing yang masuk ke negara kita
juga makin memperparah.
Gaya hidup seks bebas mengakibatkan
kehamilan di luar nikah. Dikarenakan takut akan sanksi sosial dari lingkungan
keluarga, sekolah dan masyarakat sekitar, banyak dari mereka kemudian
memutuskan untuk melakukan aborsi. Hasil survey BKKBN menyatakan tahun 2000 ada
700 – 800 ribu remaja melakukan aborsi.
Akibat lapangan pekerjaan yang sulit dan
atau karena mereka telah terperangkap dalam seks bebas, diketahui mereka juga
melakukan prostitusi. Sebuah penelitian mengungkapkan jumlah prostitusi di
Indonesia tiap tahun semakin meningkat.
Faktor-faktor penyebab kenakalan
remaja.
Kenakalan
remaja tidak muncul begitu saja. Tentu ada pemicunya. Faktor yang berpengaruh
ada di sekitar remaja itu, yaitu : keluarga, sekolah dan lingkungan sekitar.
Ketiganya berkaitan erat dalam pembentukan mental remaja.
Keluarga yang tidak utuh dan harmonis
membuat remaja mengalami gangguan kepribadian. Mereka akan menjadi antisosial,
bahkan mereka mengalami penyimpangan perilaku. Keluarga yang harmonis dan sehat
akan menjadikan contoh hidup dan kunci bagi pemahaman mereka, karena mereka
merasa aman dan nyaman di rumah. Terlebih keluarga memberi contoh-contoh
terbaik sesuai dengan yang diajarkan dalam setiap agama. Dengan kekuatan
keimanan, anak-anak mereka akan terbentengi dari hal negatif.
Sekolah adalah tempat menimba ilmu.
Muatan kurikulum dengan menempatkan pendidikan agama dan budi pekerti bisa
dijadikan sebagai benteng. Terlebih dalam kurikulum 2013, formasi mata
pelajaran agama dan budi pekerti telah bertambah. Pemerintah menginginkan mata
pelajaran tersebut dapat dijadikan tambahan materi pengetahuan untuk menjauhkan
mereka dari perbuatan menyimpang dan terus berada di jalan yang benar.
Dari kedua faktor di atas, lingkungan
sekitar menjadi pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan mental anak. Dengan
pertemanan yang sehat dan lingkungan yang kondusif, mereka tidak akan
terjerumus ke dunia hitam. Seorang anak bergaul dengan anak-anak pemikir dan
penuh dengan kegiatan positif di sekolah (ekstrakurikuler), mereka akan
terselamatkan. Sebaliknya mereka bergaul dan berteman dengan anak-anak yang
suka memalak temannya atau berbuat kriminal di luar sekolah, merekapun dapat
terpengaruh. Dukungan keimanan yang didapat dari rumah, sekolah, pertemanan
yang sehat, dan memahami akan budi pekerti serta sopan santun akan
menyelamatkan mereka dari perbuatan dosa.
Cara mengatasi
kenakalan remaja
Sebagai orang tua tentu kita tidak ingin
hal-hal negatif tersebut di atas menimpa anak-anak kita. Orang tua akan
memproteksi mereka. Nasehat demi nasehat akan terdengar secara kontinyu.
Terkadang ditambahi bumbu kemarahan dan sedikit sanksi untuk mereka.
Sebenarnya orang tua akan merasa sedih
bahkan menangis dalam hati bila anaknya tidak dapat berbuka hati, saling
berbagi cerita dengan orang tua. Menganggap orang tua sebagai teman dan tempat
curhat, memahami tentang apa yang diinginkan anaknya. Perlu pendekatan yang
sabar dan terus menerus serta mendukung anak melakukan hal-hal positif di
rumah, sekolah ataupun di lingkungan sekitar.
Disamping itu orang tua juga perlu mengarahkan
mereka agar melakukan kegiatan positif atupun menambah ilmu dengan keterampilan.
Kesemuanya itu penting untuk masa depan mereka. Berbagai macam keterampilan
sekarang ini dapat diperoleh dan dipelajari melalui internet. Hanya keinginan
dan niat yang diperlukan untuk memulainya. Namun dari kesemuanya itu,
memperkuat keimanan adalah kunci utama untuk kesuksesan kehidupan di dunia dan
di akhirat serta terhindarkan dari perbuatan dosa. (kd)
Feature : PERGAULAN TERLARANG REMAJA
Pergaulan
Terlarang Remaja
Malang nian nasib Fia.
Sudah setahun ini dia dan kedua saudaranya tinggal bersama neneknya yang renta.
Kedua orang tuanya telah meninggalkan mereka menghadap Sang Ilahi. Cinta dan
kasih sayang nenek serta paman dan bibinya dirasanya belum cukup untuk
menggantikan orang tuanya. Walaupun tidak serumah namun pantauan dan perhatian
mereka selalu tercurahkan.
Sudah dua puluh satu
hari Fia tidak masuk sekolah. Namun surat ijin selalu kami terima. Ada surat
yang dibuat oleh pamannya selaku wali orang tuanya. Bahkan neneknya yang
notabene buta huruf pun menandai surat yang dikirimkannya. Dia memalsukan tanda
tangan walinya. Ada pula surat sakit yang dikeluarkan bidan setempat. Sementara
kabar burung yang kami terima adalah si Fia sudah tidak ingin melanjutkan
pendidikannya lagi. Dia malas belajar. “Dia hamil, bu,” kata salah seorang
teman sebangkunya. “Dia sering bepergian dengan pemuda tetangga desa. Neneknya
tidak tahu, pamannya pun dibohonginya.”
Suatu hari saya selaku
guru bimbingan konseling (BK) disekolah dan wali kelasnya mengadakan home visit. Hal itu dikarenakan kami
ingin mengklarifikasi surat ijin tidak masuk sekolah yang datang dengan
desas-desus di kelasnya yang sedang hangat beredar.
Sesampainya pada alamat
yang dituju, kami hanya disambut neneknya yang sibuk melayani pembeli di toko
kelontong miliknya. Walaupun sudah diterangkan tapi neneknya tetap tidak
memahami maksud dan tujuan kedatangan kami. “Anaknya sedang kulakan, nak” katanya kepada kami. “Dia
tadi berangkat jam sebelas siang.”
Kami putuskan menelepon
pamannya. “Ya bu, saya akan meluncur kesana,” kata si paman sambil menutup
telepon selulernya. Kami melihat sekeliling rumah sambil mendengarkan cerita si
nenek. Sebenarnya orang tua Fia bukan tergolong tidak mampu. Belakang rumahnya
sangat luas. Ada peternakan sapi di sana dengan puluhan ekor sapi. Si nenek
berkata, ”Fia adalah anak yang baik, selalu menurut, bu.” “Kalau bepergian
dengan temannya tidak pernah pulang malam. Tapi ya ndak tahu akhir-akhir ini
kok mulai malas. Siapa yang memengaruhinya? Saya ndak tahu bu guru?”
Tepat pukul 1.30 si
paman datang dengan menunggang sepeda motornya. Beristirahat beberapa saat
sambil menyilahkan kami mencicipi makanan dan minuman yang terhidang, beliau
berkata, “Memang Fia sudah tidak mau bersekolah lagi.” “Saya sudah membujuknya tapi dia tetap
bersikeras tidak mau sekolah” lanjutnya. “Lho kenapa pak? Kok begitu,” tanya
saya. “Dia selalu diusili temannya disekolah. Terakhir baju olah raganya
disembunyikan temannya,” terangnya. “Bahkan dia malu karena telah digunjingkan
hamil. Padalah tidak lho bu. Sudah saya bawa untuk tes kehamilan di rumah sakit.
Kalau bu guru mau melihatnya saya ambilkan dulu,” katanya mendesak.
“Ya sudah pak. Bila hal
itu tidak benar, kami minta tolong bapak membujuk Fia untuk kembali ke sekolah
yang baru tiga bulan ini dia tempati. Untuk desas-desus di sekolah kami berdua
akan memberi keterangan kepada temannya,” kata bu Indah, wali kelasnya. “Kami
tunggu dua hari ke depan, ya pak,” lanjut saya. “Mau tidak mau kembali ke
sekolah, tetap kami tunggu bapak di kantor BK pukul sembilan pagi,” tandas saya
sambil memberikan surat panggilan yang telah kami siapkan.
Kamis ini pukul
sembilan tepat, pak Adi yang ditunggu telah menunjukkan batang hidungnya. Dia
sendirian. Tak tampak Fia duduk disampingnya di ruang tamu BK. Bersama
koordiantor BK, bu Lia memulai pembicaraan. “Kemana Fianya pak? Kog gak ikut.
Terus keputusannya bagaimana,” cecar bu Lia. “Maaf, bu. Saya selaku wali dari
Fia, saya putuskan dia berhenti sekolah,” jawab pak Adi singkat.
Bu Lia kemudian
menyiapkan beberapa surat untuk kelengkapan pernyataan keluar sekolah, saya
menyelidik “Siapa nama bidan yang menandatangi surat ijin Fia ini, pak? Dimana
rumahnya, ya?” “Oh itu bidannya anak
saya sendiri bu. Berarti saudara sepupu Fia.”
“Lalu kapan pak, hari pernikahan Fia? Ini lho, saya dengar dari temannya
dan mengajak saya dan bu Indah hadir ke sana. Temannya bahkan menunjukkan
undangannya,” lanjut saya. “Iya bu hari sabtu besok, tapi ndak rame-rame kok. Hanya syukuran biasa,” jawabnya.
“Sekali lagi saya minta
maaf, bila ada kesalahan Fia. Memang karena anaknya kurang perhatian. Salah
memilih teman lagi, ya akhirnya kayak begitu, bu. Dia ternyata kalau pagi
berangkat ke sekolah tapi ndak pernah sampai sekolah. Malah pergi ndak tahu
kemana sama dia itu lho,” terangnya. “Padahal saya diamanati oleh bapaknya. Dan
untungnya si lelaki mau bertanggung jawab atasnya. Ya sudah saya kawinkan
saja,” ujar pamannya dengan nada sedih. Setelah menandatangani surat yang diajukan
bu Lia, beliau pun pamit pulang.
Dari cerita di atas
kita tahu bahwa pengaruh lingkungan juga sangat kuat membentuk anak. Perhatian
dan kasih sayang orang tua sangat membantu memberikan tempat aman untuk
berlindung. Juga sebagai tempat curahan hati si anak. Keimanan yang teguh juga
dapat membentengi anak dari jalan dosa. (kd)
Artikel Pendidikan : PENDIDIKAN ANAK-ANAK
PENDIDIKAN
ANAK-ANAK
Anak-anak
merupakan anugerah serta rezeki karunia Allah SWT kepada
pasangan suami isteri yang secara fitrahnya berhajat dan sentiasa mengharapkan kehadirannya.
Fitrah ini wujud di kalangan muslim maupun bukan muslim. Bagaimanapun ibu dan bapak
muslim sangat dituntut untuk mengetahui dan memahami nilai kurnia Allah SWT
ini. Ketidakfahaman dalam perkara ini menyebabkan ibu dan bapak tidak dapat
melaksanakan peranan dan tanggung-jawab mereka.
Malah mungkin tidak
menunaikan hak anak-anak seperti memberi kasih sayang dan perhatian.Oleh karena itu, kita wajib
menyambutnya dengan penuh kesyukuran kerana nikmat Allah SWT ini bisa menghiasi
rumah tangga dan menenteramkannya.
Apakah
hak-hak anak atas ibu dan bapaknya?
Menurut UNICEF, ada 10 hak yang dimiliki
nanak-anak. Beberapa di antaranya adalah hak bermain, memperoleh pendidikan,
perhatian,
dan memperoleh kasih sayang ibu dan bapaknya. Kasih sayang itu
dapat dan harus diberikan sepanjang hayat di kandung badan. Salah
satu peranan terpenting
di dalam kehidupan ibu dan bapak adalah menjaga amanah Allah SWT dengan
sebaik-sebaiknya. Anak-anak adalah
amanah yang utama.
Oleh karena itu mendidik anak-anak menjadi sholeh dan selalu
berkelakuan sesuai amanah agama adalah salah satu tanggungjawab
diniyah keluarga. Kegagalan mendidik
mereka akan membawa akibat yang berat di akhirat nanti.
Anak-anak adalah generasi pewaris orang tuanya. Di samping mendidik
anak-anak menjadi manusia
sholeh, mereka juga perlu dilatih dengan
baik agar terbiasa memikul dan
melaksanakan tanggung-jawab akan
sesuatu hal seperti yang telah diajarkan orang tuanya.
Anak-anak kita adalah pewaris perjuangan yang sedang kita laksanakan hari ini.
Mereka akan meneruskan perjuangan suci kita
dengan
penuh kesadaran dan tanggung jawab,
yang
telah tertanam di dalam hati mereka. Dengan
pendidikan yang baik yang ibu dan bapaknya berikan, maka kelak dikemudian hari
mereka akan meringankan kerja, melapangkan jalan sekaligus memberikan
kebahagiaan tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Mudah-mudahan.
Satu lagi yang
dituntut ibu dan bapak atas diri kita adalah ibu bapak sendiri. Melalui pendidikan, terlebih dahulu mereka harus mengutamakan niat untuk mau meraihnya dengan
penuh keikhlasan, kesungguhan
serta penyerahan diri yang
maksimal supaya mendapatkan hasil yang optimal. Orang tua hanya bangga bias memberikan hal yang bias
mengantarkan anak-anaknya mendapatkan kebahagiaan tanpa berpikir meminta
pembalasan atas hal-hal yang telah mereka buat. (kd)
Artikel : NARKOBA, JALAN SETAN
Narkoba,
Perangilah
Kamis pagi itu, beberapa orang tamu sekolah turun dari mobil
warna putih berplat merah langsung memasuki halaman sekolah. Disambut oleh
penjaga sekolah, mereka dipersilahkan masuk ke ruang kepala sekolah. Kehadirannya
telah dikonfirmasikan sebelumnya. Kepala sekolah dan wakilnya pun menunggu dan menyambutnya
dengan hangat. Mereka adalah anggota BNN.
Setelah duduk dan
bersantai sejenak sambil menjelaskan maksud kedatangannya yang ketiga kali,
masuklah beberapa siswa pilihan (mereka dianggap pemakai narkoba dan siap
direhabilitasi). Beberapa pertanyaan diajukan petugas kepada mereka. Mereka pun
menjawabnya dengan gamblang. Menjelaskan pengalaman yang telah mereka alami.
Tanpa ditutup-tutupi. Tampak mereka ingin sekali keluar dari permasalahan yang
tak bisa dipecahkannya sendiri.
Mereka menjelaskan
bahwa mereka mulai mengenal dan menggunakan barang haram tersebut ketika mereka
menuntut ilmu di sekolah menengah pertama. Tidak hanya mereka yang pernah
mencicipi barang tersebut tapi juga banyak temannya yang sekarang sudah
tersebar di beberapa sekolah di sekitar SMPnya.
Pertama kali mereka
mencobanya dengan menggunakan obat menghilang pusing yang harganya murah dan
dapat dibeli bebas di apotek. “Kami biasanya menggunakan dalam kelompok,” kata
Afi. “Sekali, dua kali, tak ketahuan maka kegiatan tersebut berlanjut sampai
sekarang,” tegasnya. Memang kepengawasaan sekolah bekerja sama dengan orang tua
wali murid diperlukan untuk dapat membentengi hal tersebut. Selain itu perlu
pula memahamkan kepada anak-anak kita bahwa hal tersebut adalah perbuatan
terlarang. Juga perlunya pemberian kasih sayang dan perhatian yang melimpah
kepada mereka.
Si Afi pernah berterus
terang bahwa dahulu dia pernah menyayat lengan kanannya. Menyebarkan bubuk di
atas sayatan tersebut. Akhirnya dia harus bedrest
selama lima hari menyembuhkan lukanya. Saking rapinya dia dan keluarganya
menyembunyikan kejadian tersebut, sehingga sekolahpun tidak dapat mengendus hal
itu. Namun ketika Afi duduk di SMA, orang tuanya telah mengangkat tangan dan
menyetujui program pemulihan kondisi Afi yang ditawarkan oleh pihak BNN.
Dengan koordinasi
sekolah, petugas BNN, dan orang tua wali murid diambillah kesepakatan, mereka
akan mengikuti program rehabilitasi yang telah ditawarkan oleh pihak BNN selama
dua minggu. Program rehabilitasi diikuti
oleh lima orang siswa. Orang tuapun telah menyetujui program tersebut. Diantar
oleh guru bimbingan konseling dan orang tua wali murid, siswa menjalaninya
dengan rasa senang. Terapi dilakukan di kantor BNN daerah. Semua kegiatan
rehabilitasi diberikan cuma-cuma oleh pihak BNN.
Dari cerita di atas
kita ketahui bersama pendekatan kepada anak serta keterbukaan anak kepada orang
tua sangat mutlak diperlukan. Pemahaman tentang makna kehidupan dan penguatan
pada sendi-sendi beragama juga mutlak dimiliki. Perhatian orang tua yang
bekerja sama dengan guru-guru disekolah pula dapat membentengi anak dari
pengaruh buruk narkoba ataupun anak-anak yang terindikasi kesana. (kd)
Feature : MURIDKU WANITA SIMPANAN KEPALA SEKOLAH
Muridku
Wanita Simpanan Kepala Sekolah
“Sudah berapa hari Sifa
tidak masuk sekolah?” tanyaku kepada Sherly. “Sepuluh hari, bu,” jawab Sherly
yang merupakan sekretaris di kelas sepuluh program ilmu pengetahuan alam itu.
“Apa kamu tahu kemana kira-kira dia?” lanjutku. “Tidak tahu, bu” jawab Sherly
dengan jelas. “Ya sudah, tolong
lanjutkan pekerjaannya. Saya mau berkoordinasi dengan BK dulu.” terangku sambil
meninggalkan kelas.
Di ruang guru ada
beberapa orang guru memperbincangkan berita yang di muat harian setempat
tentang seorang kepala sekolah di wilayah sekitar sekolah kami. Judul berita
tertulis seorang kepala sekolah gantung diri setelah ketahuan selingkuh. Memang
cerita perselingkuhan seperti itu sering kita baca. Tetapi yang membuat berita
tersebut heboh adalah karena terdapat nama Sifa. Nama yang dimaksud memang
adalah murid dari sekolah kami.
Setelah ditelusuri dengan
menanyakan kepada beberapa teman Sifa yang juga tetangganya dan teman dekatnya
diperoleh informasi bahwa memang benar Sifa adalah ‘istri simpanan’ pak Dono,
sang kepala sekolah. Dia telah berhubungan dengannya semenjak dia duduk di
bangku kelas dua sekolah menengah pertama. Sekolah yang sama dimana pak Dono
memimpin di sekolah tersebut. Bahkan orang tua Sifa pun sudah mengetahuinya dan
tidak keberatan akan hal itu.
“Kok bisa ya? Apa
maksud orang tuanya? Orang tua macam apa dia?” tanya beberapa orang guru hampir
berbarengan. Bu Denok menambahkan memang orang tuanya tergolong tak mampu.
Ayahnya hanya pekerja serabutan. Dengan hubungan tersebut, di rumah Sifa sekarang
terdapat toko kelontong kecil dan wartel (warung telekomunikasi). Setelah
diselidiki di bank mini sekolah diketahui si Sifa mempunyai tabungan yang luar
biasa banyak untuk ukuran seorang siswa. Dua puluh lima juta rupiah tersimpan
rapi di rekening bank mininya.
Cerita di harian
tersebut menjelaskan si kepala sekolah gantung diri di ruang tahanan mapolsek
kenjeran. Sehari sebelumnya terjadi keributan di taman wisata Kenjeran. Seorang
wanita tengah baya memergoki pak Dono bersama dengan Sifa duduk santai berdua
di dalam mobil. Terbakar emosi, pintu mobil pun digedor dengan keras. Keluarlah
pak Dono dengan wajah merah padam. Terjadi keributan di sana. Sifa masih duduk
di dalam mobil ketakutan. Tak bisa berbuat apa-apa.
Tak berapa lama tiga
orang polisi setempat menghampiri. Berusaha menelisik perkaranya. Berusaha
mendamaikan keduanya. Tetapi dasar keras kepala, akhirnya mereka bertiga dibawa
ke kantor polisi. Karena istri pertamanya membuat pelaporan, maka pak Dono
harus mendekam di balik teralis besi. Pak Dono malu dibuatnya. “Daripada
menanggung malu, diputuskannya menggantung dirinya,” pikirnya. Dari sanalah cerita akhirnya menyebar melalui
media massa. Membuat Sifa pun akhirnya mengundurkan diri tanpa pamit kepada
pihak sekolah. Sifa terpaksa putus sekolah.
Dari cerita di atas
kita tahu bahwa pergaulan di luar sana dapat berpengaruh buruk bagi kehidupan
para remaja tentunya. Seharusnya sekolah sebagai tempat pengayom bisa
melindungi anak didiknya juga orang tua dapat memberi nasehat dan kasih saying yang
terbaik buat anaknya. Meluruskan jalan keliru yang telah dibuat anaknya. Bukan
malah memanfaatkannya. (kd)
Artikel : LIBUR BERPETUALANG
Libur berpetualang
Berbasah-basah Di Pekalen Probolinggo
Libur empat hari telah datang. Kamis, 14 Mei hingga
Minggu, 17 Mei 2015. Libur hari besar keagamaan. Semua meyambut dengan suka cita. Apalagi anak-anak.
Terbayang di benaknya orang tuanya akan mengajaknya berlibur. Entah kemana.
Setelah
berunding dengan beberapa anggota keluarga, maka diputuskanlah rafting sebagai
pengalaman terbaru kami dalam mengisi liburan. Diantara beberapa tempat rafting
yang ada di wilayah Pasuruan, Probolinggo dan Malang. Kami memilih Songa
Adventure.
Berjarak
+ 60 km dari Sidoarjo, kami memulai perjalanan pukul tujuh pagi.
Petualangan kali ini diikuti oleh 10 orang dengan dua mobil. Beriringan mobil
berjalan santai menuju lokasi dalam waktu + 4 jam. Tak terasa pukul
10.30 kami telah sampai di Head Office
tempat rafting di kota Probolinggo.
Dua
orang pemandu rafting menyambut dengan ramah sambil menyebut nama pemesan yang
telah kita lakukan sebelumnya. Kami dipersilahkan beristirahat barang sejenak
sambil menikmati teh jahe hangat gratis.
Tak
berapa lama kemudian seorang recepsionis mempersilahkan kami melakukan
pemesanan di bagian reservasi. Memang harga karcisnya tergolong mahal. Perorang
dihargai 269.000 rupiah. Harga tersebut seimbang dengan peralatan rafting yang
mempunyai standar keamanan tinggi dan jamuan makan yang akan kita terima
setelah berlelah ria melakukan kegiatan yang menguras tenaga.
Pukul
11.15 menit kesepuluh orang dari kami dan tiga orang pemandu diangkut dengan mobil
bak terbuka menuju lokasi. Sepanjang perjalanan suara teriakan gembira,
gurauan, tertawaan, peringatan terdengar di telinga kami bercampur dengan
goncangan mobil yang melewati jalan berbatu yang rusak. Perjalanan dilanjutkan
dengan menuruni bukit sejauh 300 meter menuju ke tepian sungai Pekalen.
Lima
buah perahu karet warna merah kuning yang ditumpangi dua puluh lima orang
berangkat beriringan setelah sebelumnya tata cara rafting dijelaskan dari
pemandu. Perjalanan menyusuri sungai Pekalen dengan jarak tempuh + 10 km
pun dimulai setelah melakukan doa bersama. Deru air, suara kelelawar, panorama
air terjun, hijaunya bukit di kiri dan kanan sungai menawarkan keindahan dan
decak kagum. Semuanya bercampur dengan rasa gembira, tertantang, dan was-was.
Pemandu
menyuarakan maju, semua penghuni kapal mendayung dari depan ke belakang. Suara
terdengar boom, maka dayung dihentikan dan penguninya turun sambil berjongkong
untuk menghindari batu karang dan arus liar. Arus air yang menabrak batu besar
yang banyak ditemukan di sepanjang sungai.
Dua
spot indah dekat dengan air terjun menjadi jujugan kami. Perahu pun dihentikan.
Semuanya turun dari perahu dan berfoto ria sambil bercengkrama. Pemandangan
sangat indah di sana. Air di depan kami jatuh dari ketinggian dua puluh meter
di atas kami. Kelelawar bergantungan sambil menyebarkan aroma yang sangat tidak
sedap. Gua-gua kecil yang terbentuk akibat kikisan air terbentuk di bagian
bawah bukit.
Pemberhentian
ketiga kami berjarak kurang lebih 500 meter dari pos terakhir. Kami di jamu
dengan minuman hangat dan pisang goreng di sebuah gubuk pinggir sungai. Setelah
selesai perjalananpun dilanjutkan.
Akhir
perjalanan rafting kami ada di suatu daerah dengan permukaan air yang tenang.
Di depannya kira-kira 100 meter terdapat turunan yang tajam dengan sebongkah
batu raksasa di tengahnya. Setelah turun dari perahu, dan berjalan menaiki
bukit, maka sampailah kami di pos tempat mengangkut kami dengan mobil bak
terbuka tadi menuju kantor pusat.
Makan
siang telah menunggu kami. Setelah membersihkan diri dan melaksanakan ibadah
(Sholat Dzuhur), beramai-ramai kita menyantap hidangan yang telah tersedia. Ada
nasi putih dan nasi jagung ditemani dengan sayur ketewel, penyet ikan asap dan
balado terong. Tersedia pula lauk tempe, tahu, dadar jagung, ikan asin, ikan
teri dan kerupuk, serta sepiring buah semangka segar. Semunya habis dilalap
sepuluh orang di meja itu. Rasa lapar pun sirna.
Setelah
menguras keringat melawan arus liar
sungai Pekalen dan kekenyangan menyantap sederet makanan yang disajikan, kini
tinggalah rasa lelah disekujur tubuh, kenangan indah di benak masing-masing
wisatawan rafting, dan harapan pengelola mudah-mudahan akan kembali lagi.
Minggu, 24 Mei 2015
Feature : Belajarlah Kepada Junior
Belajarlah
Kepada Junior
Feature
:
Kesi Damayanti
Guru SMA Negeri
1 Menganti Gresik
Pagi itu kami
sekeluarga meluncur ke arah jantung kota Jakarta. Monas adalah tujuan kami yang
pertama. Monumen Nasional terletak di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. itu adalah monumen peringatan perjuangan
rakyat Indonesia melawan penjajah. Dengan ketinggian 132 meter, puncaknya yang
berbentuk api dilapisi dengan emas.
Sepanjang perjalanan
keindahan kota dan gedung-gedung tingginya memberikan rasa takjub di hati. Tak
berapa lama sesampai kami di Monas, hujan deras mengguyur kota. Deras dan lama.
Rusaklah acara yang telah kami susun. Kami hanya bisa terdiam di tempat kami
berada . Banjir menggenangi kota sampai selutut orang dewasa. Kamipun gelisah
dibuatnya.
Walaupun Jakarta
ibukota Negara Indonesia dan sekaligus kota metropolitan, tetapi sering
kudengar di televisi berita tentang bencana yang sering melandanya. Banjir,
polusi, dan macet menjadi santapan sehari-hari warga Jakarta. Sungguh ironi
mengetahuinya. Keadaan kota seakan berbanding terbalik dengan kemegahan dan
kesohorannya.
Sebaiknya gubernur
Jakarta sekarang, Ahok, sudi berkunjung ke Surabaya dan belajar tata kota
kepada walikota Surabaya, Tri Risma Harini. Ibu walikota tersebut pasti dengan
tangan terbuka mengajarkan bagaimana beliau menggali tanah dalam-dalam dan
menempatan beton-beton raksasa di bawahnya. Tips jitu tersebut sedang
dikerjakan oleh beliau sekarang ini.
Seperti diketahui
banyak daerah di Surabaya di tanam beton-beton sebagai pengganti gorong-gorong
dan selokan kecil. Pelebaran jalan dengan melewati atas beton-beton yang telah menamcap di perut bumi tersebut. Dampak
lingkungan juga tidak luput dari perhatiannya. Sampah-sampah penyumbat diangkut
jauh dari pemukiman dan direcycle. Perlahan tapi pasti kota Surabaya bakal
terbebas dari masalah lingkungan tersebut. Mungkinkah kota besar berjuluk
Jakarta belajar kepada juniornya Surabaya?
Artikel Pendidikan : Ten ways to make the learning process interesting
TEN WAYS TO MAKE THE LEARNING PROCESS
INTERESTING
Teacher main job is
teaching. It looks simple, but the main challenge is to make students
interesting. They won’t be sleepy in the class. They won’t feel boring anymore.
So they will listen and watch what the teacher explains with the high
concentration. Teacher will be easy to deliver the main points and make the
students understand.
Various efforts teacher
can apply in the class. In teachers meeting, they can discuss it. Here are the
efforts :
1.
As curriculum 2013 said that students ought
to study in group. To make the group works maximum, it has 3 or 4 students in
it. The group will discuss the project. It will be done by asking and answering
questions.
2.
Ask the students to present what they
have done in front of the class. While presenting, the other students/group
will prepare questions to be asked. All of them will concentrate on this
activity.
3.
Point one or two students as an example
to explain the subject that you have delivered before. It will sharpen their
memory and grow self-confidence. The other will make notes to be asked.
4.
Teacher can use technology in learning
process, like LCD, laptop, etc made in power point with interesting
pictures/images or features inside.
5.
Make the situation of learning process
in the class like playing a game. Game likes playing drama, hide and seek of
missing words/numbers, searching the place in the globe, making quiz, etc. Game
will develop their creativities.
6.
Ask them to do the test that you have
made through the net; in web or blog. Ask them to bring their own laptop or
share with their friends.
7.
Ask them to have a research. It will be
done in the laboratory, library, mini bank or mini museum that can be prepared
by school. High activity of moving will make them interesting in learning process.
8.
Invite them to follow outdoor learning
process. It can be done in the hall, in the garden, in the sitting points
(joglo), walking around the school, etc. The situation and the bright sun make
them easily breath. So the brain will be filled with ideas.
9.
School should have outdoor activity once
a year. It’s packed like study tour, nature study, learning to neighbor, etc.
Teachers can include the tasks. This outdoor activity will make them busy and
learn to be independent.
10.
There is a program ‘sister school’. The
school joins a study with others in the same country or abroad. Selected students
will be sent to study everything special from the new place. They can exchange
their abilities for about three to six months.
When
learning process interests them, the students will feel longing to meet not
only the teacher but also the teaching. Information and knowledge will be
easily caught by their brain as well as teaching inserted five senses and
emotion. (kd)
Langganan:
Postingan (Atom)










