Breaking News
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juni 2015

Artikel : STASIUNKU

Stasiunku, Keadaanmu Kini!

Lha itu kereta apinya! Begitulah kata anakku ketika melihat kereta api lewat. Kereta tersebut tidaklah berhenti di sana. Memang itu adalah kereta besar yang hanya berhenti di stasiun-stasiun besar. Sedangkan stasiun Buduran adalah salah satu stasiun kecil yang ada di wilayah Sidoarjo dan hanya Kereta Roda Diesel (KRD) saja yang berhenti di sana.
Siang itu kami berjalan ke sana sambil menunggu mobil kami selesai di perbaiki. Kami ingin melihat dari dekat suasana di stasiun itu. Lagipula di sana juga sepi dan hawanya dingin. Angin sepoi-sepoi berhembus di antara bangunan panjang stasiun. Namun hanya ada secuil manusia saja yang berada di dalam kantor stasiun, selebihnya penjaga palang pintu. Dia berada 100 meter dari kantor tersebut. Juga beberapa orang berlalu lalang lewat di depan stasiun mencari jalan terdekat ke rumahnya.
Stasiun tersebut kondisinya sangat memprihatinkan. Kami miris melihatnya. Secara keseluruhan kondisinya tergolong bagus. Bangunan yang berdiri di belakang deretan pertokoan dan di antara penjual bunga dan jembatan layang Sidoarjo itu cukup bagus dengan warna abu-abu putih di dindingnya. Namun lantai keramik dengan warna senada terlihat seperti biduran (nama penyakit). Beberapa bagiannya kehilangan keramik yang menempel rapat di dasarnya. Papan pengumuman pun hanya tampak tiga baris tulisan kedatangan dan keberangkatan kereta. Namun telepon umum koin yang ada di sana masih berfungsi dengan apik dan suara laju kereta yang mempertontonkan kehidupan masih ada di sana.





Read more ...

Artikel : SELAMAT PAGI, MALIOBORO!

Selamat pagi, Malioboro!

Nama pasar ini memang sudah terkenal di seantero Indonesia, mungkin bahkan di dunia. Semua tahu Malioboro. Sebuah pasar tradisional yang ada di jalan Malioboro di Jogjakarta. Letaknya dekat alun-alun. Dekat pula dengan keraton Jogja, masjid agung, dan bank Indonesia cabang Jogjakarta.
Sebelumnya kuketahui pasar ini buka setiap sore sampai malam hari. Aku memang tak pernah ke sana ketika pagi hari. Kupikir pasar ini tutup di saat itu. Sampai saat itu pada hari kamis tanggal dua puluh satu Mei 2015, kami mengunjunginya pukul sepuluh pagi. Ramai nian rupanya.
Setelah bis yang kami tumpangi masuk parkir di pelataran bank Indonesia, kami pun segera turun. Banyak dari kami dalam satu bis tersebut mengunjungi keraton Jogjakarta, namun beberapa memutuskan mencuci mata di Malioboro. Walaupun sebenarnya malam kemarin kami telah mengunjunginya.
Perjalanan kumulai dengan menyusuri pasar yang ada di samping museum 1 Maret. Pasar sore Malioboro namanya. Barang dagangan yang dijajakan tidak jauh beda dengan yang ada diseberang jalan. Namun di sepanjang jalan pasar sore ini banyak ditemui penjual bakpia pathuk dan pecel khas Jogjakarta. Pembeli antri berjajar, menempati kursi-kursi plastik yang disediakan oleh penjual.
Walaupun bukan malam minggu atau hari libur, wisatawan di pasar Malioboro juga tetap ramai. Ada wisatawan mancanegara dan banyak pula wisataran domestik. Memang benar bila pasar ini tersohor.  














Read more ...

Artikel : PESONA PANTAI PARANGTRITIS

Pesona Pantai Parangtritis

Bila liburan datang, memang paling asyik menandai pagi dengan melihat sunrise di tepi pantai. Hal itu juga bisa dilakukan dengan mengahabiskan sisa hari menjelang sore menunggu sunset. Keindahan matahari meninggalkan terang memunculkan gelap sangat indah dan menawan.
Demikian pula yang ditawarkan pantai parangtritis yang terletak di desa Tritis, Yogyakarta itu. Walaupun di Propinsi DIY banyak sekali pantai, tapi kemolekan pantai Parangtritis tidak kalah dibandingkan dengan pantai- pantai yang ada di wilayah Gunung Kidul.

Hari itu tanggal 21 Mei 2015, pukul 4 pagi banyak sudah wisatawan nusantara berkumpul di pinggir pantai. Semua menunggu datangnya matahari pagi. Suara gemuruh riak ombak pantai terdengar menderu bercampur dengan kegembiaraan pengunjungnya.
Semburat warna merah di ufuk langit muncul perlahan menambah keindahan pantai. Tak dihirau kan hawa dingin dan angin sepoi-sepoi menusuk tulang. Lambat laun terang menghiasi langit meninggalkan gelap.

Banyak hal dilakukan di tepi pantai. Berkendara berdua di motor roda tiga yang telah disewa. Menunggang kuda poni menyusuri bibir pantai. Duduk-duduk menikmati jagung bakar, bakso, ataupun jajanan ringan yang ditawarkan sambil melihat sekeliling. Bergembira, berfoto, bermain air, atau berenang pun dilakukan sambil menunggu panas matahari yang menghangatkan tubuh. Tersedia pula kolam renang kecil buatan penduduk di sana yang bisa dinikmati anak-anak kecil dengan hanya lima ribu rupiah saja.
Dengan perbaikan sana sini, kini pantai Parangtritis telah berbenah. Tak tampak kotor akan sampah di pelataran pantai. Rumah penduduk pun di bangun dan dicat warna-warni. Berjajar penjual oleh-oleh khas Yogyakarta menawarkan barang dagangannya. Hotel atau penginapan banyak ditemui di perkampungan. Jalan mulus pun memperlancar perlajalan.

Kami juga menikmati keindahan pantai dari lantai dua hotel “ARIS” tempat kita menginap. Di kejauhan tampak ombak pantai bergulung-gulung berkejaran memecah pantai. Keindahan pantai kami nikmati di teras atas sambil duduk, bersendau gurau, berfoto, dan berdiskusi tentang tujuan kami selanjutnya.
Pukul sembilan tepat kami meninggalkan pantai Parangtritis. Dua bis yang kami bawa berjalan perlahan keluar menjauh dari desa Tritis menuju ke pusat kota Jogjakarta.  Harapan pun terucap semoga lain waktu kami dapat mengunjungi pantai yang sudah lama terkenal akan keindahannya itu.



Read more ...

Artikel : PERKUAT IMANMU ............, NAK!

Perkuat imanmu…….., nak!
 
By        : Kesi Damayanti
Pekerjaan: Guru SMAN 1 Menganti Gresik
Telp     :083849701226

Kenakalan merusak moral.
Dunia memang sudah berbeda. Pemikiran anak-anak sekarang sudah jauh lebih modern. Perkembangan infomasi dan teknologi yang serba cepat dan canggih adalah salah satu penyebabnya.
Derasnya informasi terkadang menyulitkan orang tua dalam membentengi anaknya. Informasi tersebut terkadang memberikan dampak buruk pada mereka. Itulah hal terpenting yang menjadi pokok permasalahan pada setiap orang tua.
Di media cetak dan eletronik sering diberitakan macam-macam kenakalan remaja yang sering disorot. Misalnya penyalahgunaan narkoba, akses video porno, seks bebas, aborsi, prostitusi, dan lain-lain. Naudzubillah min dzalik. Bagaimana masa depan pemuda kita nanti?
BNN menyatakan lebih dari 50 persen pengguna narkoba adalah  kalangan pelajar dan mahasiswa. Narkoba merusak masa depan mereka. Tidak hanya fisik tapi juga mental mereka. Narkoba adalah awal dari kehancuran.
Pakar psikologi, Zoy Amirin mengatakan lebih dari 50 persen remaja di kota besar ‘belajar’ seks melalui video porno. Fakta memperlihatkan sebagian besar pelaku pembuatan video porno adalah pelajar.
 Dari video porno yang sering dilihatnya, tidak menutup kemungkinan mereka juga pernah melakukan seks bebas, walaupun budaya timur mengharamkan hal itu. Pengaruh budaya asing yang masuk ke negara kita juga makin memperparah.
Gaya hidup seks bebas mengakibatkan kehamilan di luar nikah. Dikarenakan takut akan sanksi sosial dari lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat sekitar, banyak dari mereka kemudian memutuskan untuk melakukan aborsi. Hasil survey BKKBN menyatakan tahun 2000 ada 700 – 800 ribu remaja melakukan aborsi.
Akibat lapangan pekerjaan yang sulit dan atau karena mereka telah terperangkap dalam seks bebas, diketahui mereka juga melakukan prostitusi. Sebuah penelitian mengungkapkan jumlah prostitusi di Indonesia tiap tahun semakin meningkat.



Faktor-faktor penyebab kenakalan remaja.
 Kenakalan remaja tidak muncul begitu saja. Tentu ada pemicunya. Faktor yang berpengaruh ada di sekitar remaja itu, yaitu : keluarga, sekolah dan lingkungan sekitar. Ketiganya berkaitan erat dalam pembentukan mental remaja.
Keluarga yang tidak utuh dan harmonis membuat remaja mengalami gangguan kepribadian. Mereka akan menjadi antisosial, bahkan mereka mengalami penyimpangan perilaku. Keluarga yang harmonis dan sehat akan menjadikan contoh hidup dan kunci bagi pemahaman mereka, karena mereka merasa aman dan nyaman di rumah. Terlebih keluarga memberi contoh-contoh terbaik sesuai dengan yang diajarkan dalam setiap agama. Dengan kekuatan keimanan, anak-anak mereka akan terbentengi dari hal negatif.
Sekolah adalah tempat menimba ilmu. Muatan kurikulum dengan menempatkan pendidikan agama dan budi pekerti bisa dijadikan sebagai benteng. Terlebih dalam kurikulum 2013, formasi mata pelajaran agama dan budi pekerti telah bertambah. Pemerintah menginginkan mata pelajaran tersebut dapat dijadikan tambahan materi pengetahuan untuk menjauhkan mereka dari perbuatan menyimpang dan terus berada di jalan yang benar.
Dari kedua faktor di atas, lingkungan sekitar menjadi pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan mental anak. Dengan pertemanan yang sehat dan lingkungan yang kondusif, mereka tidak akan terjerumus ke dunia hitam. Seorang anak bergaul dengan anak-anak pemikir dan penuh dengan kegiatan positif di sekolah (ekstrakurikuler), mereka akan terselamatkan. Sebaliknya mereka bergaul dan berteman dengan anak-anak yang suka memalak temannya atau berbuat kriminal di luar sekolah, merekapun dapat terpengaruh. Dukungan keimanan yang didapat dari rumah, sekolah, pertemanan yang sehat, dan memahami akan budi pekerti serta sopan santun akan menyelamatkan mereka dari perbuatan dosa.

Cara mengatasi kenakalan remaja
Sebagai orang tua tentu kita tidak ingin hal-hal negatif tersebut di atas menimpa anak-anak kita. Orang tua akan memproteksi mereka. Nasehat demi nasehat akan terdengar secara kontinyu. Terkadang ditambahi bumbu kemarahan dan sedikit sanksi untuk mereka.
Sebenarnya orang tua akan merasa sedih bahkan menangis dalam hati bila anaknya tidak dapat berbuka hati, saling berbagi cerita dengan orang tua. Menganggap orang tua sebagai teman dan tempat curhat, memahami tentang apa yang diinginkan anaknya. Perlu pendekatan yang sabar dan terus menerus serta mendukung anak melakukan hal-hal positif di rumah, sekolah ataupun di lingkungan sekitar.
Disamping itu orang tua juga perlu mengarahkan mereka agar melakukan kegiatan positif atupun menambah ilmu dengan keterampilan. Kesemuanya itu penting untuk masa depan mereka. Berbagai macam keterampilan sekarang ini dapat diperoleh dan dipelajari melalui internet. Hanya keinginan dan niat yang diperlukan untuk memulainya. Namun dari kesemuanya itu, memperkuat keimanan adalah kunci utama untuk kesuksesan kehidupan di dunia dan di akhirat serta terhindarkan dari perbuatan dosa. (kd)



Pustaka : http://belajarpsikologi.com/cara-mengatasi kenakalan remaja





Read more ...

Feature : PERGAULAN TERLARANG REMAJA

Pergaulan Terlarang Remaja

Malang nian nasib Fia. Sudah setahun ini dia dan kedua saudaranya tinggal bersama neneknya yang renta. Kedua orang tuanya telah meninggalkan mereka menghadap Sang Ilahi. Cinta dan kasih sayang nenek serta paman dan bibinya dirasanya belum cukup untuk menggantikan orang tuanya. Walaupun tidak serumah namun pantauan dan perhatian mereka selalu tercurahkan.
Sudah dua puluh satu hari Fia tidak masuk sekolah. Namun surat ijin selalu kami terima. Ada surat yang dibuat oleh pamannya selaku wali orang tuanya. Bahkan neneknya yang notabene buta huruf pun menandai surat yang dikirimkannya. Dia memalsukan tanda tangan walinya. Ada pula surat sakit yang dikeluarkan bidan setempat. Sementara kabar burung yang kami terima adalah si Fia sudah tidak ingin melanjutkan pendidikannya lagi. Dia malas belajar. “Dia hamil, bu,” kata salah seorang teman sebangkunya. “Dia sering bepergian dengan pemuda tetangga desa. Neneknya tidak tahu, pamannya pun dibohonginya.”
Suatu hari saya selaku guru bimbingan konseling (BK) disekolah dan wali kelasnya mengadakan home visit. Hal itu dikarenakan kami ingin mengklarifikasi surat ijin tidak masuk sekolah yang datang dengan desas-desus di kelasnya yang sedang hangat beredar.
Sesampainya pada alamat yang dituju, kami hanya disambut neneknya yang sibuk melayani pembeli di toko kelontong miliknya. Walaupun sudah diterangkan tapi neneknya tetap tidak memahami maksud dan tujuan kedatangan kami. “Anaknya sedang kulakan, nak” katanya kepada kami. “Dia tadi berangkat jam sebelas siang.”
Kami putuskan menelepon pamannya. “Ya bu, saya akan meluncur kesana,” kata si paman sambil menutup telepon selulernya. Kami melihat sekeliling rumah sambil mendengarkan cerita si nenek. Sebenarnya orang tua Fia bukan tergolong tidak mampu. Belakang rumahnya sangat luas. Ada peternakan sapi di sana dengan puluhan ekor sapi. Si nenek berkata, ”Fia adalah anak yang baik, selalu menurut, bu.” “Kalau bepergian dengan temannya tidak pernah pulang malam. Tapi ya ndak tahu akhir-akhir ini kok mulai malas. Siapa yang memengaruhinya? Saya ndak tahu bu guru?”
Tepat pukul 1.30 si paman datang dengan menunggang sepeda motornya. Beristirahat beberapa saat sambil menyilahkan kami mencicipi makanan dan minuman yang terhidang, beliau berkata, “Memang Fia sudah tidak mau bersekolah lagi.”  “Saya sudah membujuknya tapi dia tetap bersikeras tidak mau sekolah” lanjutnya. “Lho kenapa pak? Kok begitu,” tanya saya. “Dia selalu diusili temannya disekolah. Terakhir baju olah raganya disembunyikan temannya,” terangnya. “Bahkan dia malu karena telah digunjingkan hamil. Padalah tidak lho bu. Sudah saya bawa untuk tes kehamilan di rumah sakit. Kalau bu guru mau melihatnya saya ambilkan dulu,” katanya mendesak.
“Ya sudah pak. Bila hal itu tidak benar, kami minta tolong bapak membujuk Fia untuk kembali ke sekolah yang baru tiga bulan ini dia tempati. Untuk desas-desus di sekolah kami berdua akan memberi keterangan kepada temannya,” kata bu Indah, wali kelasnya. “Kami tunggu dua hari ke depan, ya pak,” lanjut saya. “Mau tidak mau kembali ke sekolah, tetap kami tunggu bapak di kantor BK pukul sembilan pagi,” tandas saya sambil memberikan surat panggilan yang telah kami siapkan.
Kamis ini pukul sembilan tepat, pak Adi yang ditunggu telah menunjukkan batang hidungnya. Dia sendirian. Tak tampak Fia duduk disampingnya di ruang tamu BK. Bersama koordiantor BK, bu Lia memulai pembicaraan. “Kemana Fianya pak? Kog gak ikut. Terus keputusannya bagaimana,” cecar bu Lia. “Maaf, bu. Saya selaku wali dari Fia, saya putuskan dia berhenti sekolah,” jawab pak Adi singkat.
Bu Lia kemudian menyiapkan beberapa surat untuk kelengkapan pernyataan keluar sekolah, saya menyelidik “Siapa nama bidan yang menandatangi surat ijin Fia ini, pak? Dimana rumahnya, ya?”  “Oh itu bidannya anak saya sendiri bu. Berarti saudara sepupu Fia.”  “Lalu kapan pak, hari pernikahan Fia? Ini lho, saya dengar dari temannya dan mengajak saya dan bu Indah hadir ke sana. Temannya bahkan menunjukkan undangannya,” lanjut saya. “Iya bu hari sabtu besok, tapi ndak rame-rame kok. Hanya syukuran biasa,” jawabnya.
“Sekali lagi saya minta maaf, bila ada kesalahan Fia. Memang karena anaknya kurang perhatian. Salah memilih teman lagi, ya akhirnya kayak begitu, bu. Dia ternyata kalau pagi berangkat ke sekolah tapi ndak pernah sampai sekolah. Malah pergi ndak tahu kemana sama dia itu lho,” terangnya. “Padahal saya diamanati oleh bapaknya. Dan untungnya si lelaki mau bertanggung jawab atasnya. Ya sudah saya kawinkan saja,” ujar pamannya dengan nada sedih. Setelah menandatangani surat yang diajukan bu Lia, beliau pun pamit pulang.
Dari cerita di atas kita tahu bahwa pengaruh lingkungan juga sangat kuat membentuk anak. Perhatian dan kasih sayang orang tua sangat membantu memberikan tempat aman untuk berlindung. Juga sebagai tempat curahan hati si anak. Keimanan yang teguh juga dapat membentengi anak dari jalan dosa.  (kd)






Read more ...

Artikel Pendidikan : PENDIDIKAN ANAK-ANAK

PENDIDIKAN ANAK-ANAK
Anak-anak merupakan anugerah serta rezeki karunia Allah SWT kepada pasangan suami isteri yang secara fitrahnya berhajat dan sentiasa mengharapkan kehadirannya. Fitrah ini wujud di kalangan muslim maupun bukan muslim. Bagaimanapun ibu dan bapak muslim sangat dituntut untuk mengetahui dan memahami nilai kurnia Allah SWT ini. Ketidakfahaman dalam perkara ini menyebabkan ibu dan bapak tidak dapat melaksanakan peranan dan tanggung-jawab mereka. Malah mungkin tidak menunaikan hak anak-anak seperti memberi kasih sayang dan perhatian.Oleh karena itu, kita wajib menyambutnya dengan penuh kesyukuran kerana nikmat Allah SWT ini bisa menghiasi rumah tangga dan menenteramkannya.
Apakah hak-hak anak  atas ibu dan bapaknya?
Menurut UNICEF, ada 10 hak yang dimiliki nanak-anak. Beberapa di antaranya adalah  hak bermain, memperoleh pendidikan, perhatian, dan memperoleh kasih sayang ibu dan bapaknya. Kasih sayang itu dapat dan harus diberikan sepanjang hayat di kandung badan. Salah satu peranan terpenting di dalam kehidupan ibu dan bapak adalah menjaga amanah Allah SWT dengan sebaik-sebaiknya. Anak-anak adalah amanah yang utama.
Oleh karena itu mendidik anak-anak menjadi sholeh dan selalu berkelakuan sesuai amanah agama adalah salah satu tanggungjawab diniyah keluarga. Kegagalan mendidik mereka akan membawa akibat yang berat di akhirat nanti.
Anak-anak adalah generasi pewaris orang tuanya. Di samping mendidik anak-anak menjadi manusia sholeh, mereka juga perlu  dilatih  dengan baik agar terbiasa memikul dan melaksanakan tanggung-jawab akan sesuatu hal seperti yang telah diajarkan orang tuanya. Anak-anak kita adalah pewaris perjuangan yang sedang kita laksanakan hari ini. Mereka akan meneruskan perjuangan suci kita dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, yang telah tertanam  di dalam hati mereka. Dengan pendidikan yang baik yang ibu dan bapaknya berikan, maka kelak dikemudian hari mereka akan meringankan kerja, melapangkan jalan sekaligus memberikan kebahagiaan tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Mudah-mudahan.

Satu lagi yang dituntut ibu dan bapak  atas diri kita adalah ibu bapak sendiri. Melalui pendidikan, terlebih dahulu mereka harus mengutamakan niat untuk mau meraihnya dengan penuh keikhlasan, kesungguhan serta penyerahan diri yang maksimal supaya mendapatkan hasil yang optimal. Orang tua hanya bangga bias memberikan hal yang bias mengantarkan anak-anaknya mendapatkan kebahagiaan tanpa berpikir meminta pembalasan atas hal-hal yang telah mereka buat. (kd)
Read more ...

Artikel : NARKOBA, JALAN SETAN

Narkoba, Perangilah

Kamis pagi itu,  beberapa orang tamu sekolah turun dari mobil warna putih berplat merah langsung memasuki halaman sekolah. Disambut oleh penjaga sekolah, mereka dipersilahkan masuk ke ruang kepala sekolah. Kehadirannya telah dikonfirmasikan sebelumnya. Kepala sekolah dan wakilnya pun menunggu dan menyambutnya dengan hangat. Mereka adalah anggota BNN.
Setelah duduk dan bersantai sejenak sambil menjelaskan maksud kedatangannya yang ketiga kali, masuklah beberapa siswa pilihan (mereka dianggap pemakai narkoba dan siap direhabilitasi). Beberapa pertanyaan diajukan petugas kepada mereka. Mereka pun menjawabnya dengan gamblang. Menjelaskan pengalaman yang telah mereka alami. Tanpa ditutup-tutupi. Tampak mereka ingin sekali keluar dari permasalahan yang tak bisa dipecahkannya sendiri.
Mereka menjelaskan bahwa mereka mulai mengenal dan menggunakan barang haram tersebut ketika mereka menuntut ilmu di sekolah menengah pertama. Tidak hanya mereka yang pernah mencicipi barang tersebut tapi juga banyak temannya yang sekarang sudah tersebar di beberapa sekolah di sekitar SMPnya.
Pertama kali mereka mencobanya dengan menggunakan obat menghilang pusing yang harganya murah dan dapat dibeli bebas di apotek. “Kami biasanya menggunakan dalam kelompok,” kata Afi. “Sekali, dua kali, tak ketahuan maka kegiatan tersebut berlanjut sampai sekarang,” tegasnya. Memang kepengawasaan sekolah bekerja sama dengan orang tua wali murid diperlukan untuk dapat membentengi hal tersebut. Selain itu perlu pula memahamkan kepada anak-anak kita bahwa hal tersebut adalah perbuatan terlarang. Juga perlunya pemberian kasih sayang dan perhatian yang melimpah kepada mereka.
Si Afi pernah berterus terang bahwa dahulu dia pernah menyayat lengan kanannya. Menyebarkan bubuk di atas sayatan tersebut. Akhirnya dia harus bedrest selama lima hari menyembuhkan lukanya. Saking rapinya dia dan keluarganya menyembunyikan kejadian tersebut, sehingga sekolahpun tidak dapat mengendus hal itu. Namun ketika Afi duduk di SMA, orang tuanya telah mengangkat tangan dan menyetujui program pemulihan kondisi Afi yang ditawarkan oleh pihak BNN.
Dengan koordinasi sekolah, petugas BNN, dan orang tua wali murid diambillah kesepakatan, mereka akan mengikuti program rehabilitasi yang telah ditawarkan oleh pihak BNN selama dua minggu.  Program rehabilitasi diikuti oleh lima orang siswa. Orang tuapun telah menyetujui program tersebut. Diantar oleh guru bimbingan konseling dan orang tua wali murid, siswa menjalaninya dengan rasa senang. Terapi dilakukan di kantor BNN daerah. Semua kegiatan rehabilitasi diberikan cuma-cuma oleh pihak BNN.
Dari cerita di atas kita ketahui bersama pendekatan kepada anak serta keterbukaan anak kepada orang tua sangat mutlak diperlukan. Pemahaman tentang makna kehidupan dan penguatan pada sendi-sendi beragama juga mutlak dimiliki. Perhatian orang tua yang bekerja sama dengan guru-guru disekolah pula dapat membentengi anak dari pengaruh buruk narkoba ataupun anak-anak yang terindikasi kesana. (kd)



Read more ...

Feature : MURIDKU WANITA SIMPANAN KEPALA SEKOLAH

Muridku Wanita Simpanan Kepala Sekolah

“Sudah berapa hari Sifa tidak masuk sekolah?” tanyaku kepada Sherly. “Sepuluh hari, bu,” jawab Sherly yang merupakan sekretaris di kelas sepuluh program ilmu pengetahuan alam itu. “Apa kamu tahu kemana kira-kira dia?” lanjutku. “Tidak tahu, bu” jawab Sherly dengan jelas.  “Ya sudah, tolong lanjutkan pekerjaannya. Saya mau berkoordinasi dengan BK dulu.” terangku sambil meninggalkan kelas.
Di ruang guru ada beberapa orang guru memperbincangkan berita yang di muat harian setempat tentang seorang kepala sekolah di wilayah sekitar sekolah kami. Judul berita tertulis seorang kepala sekolah gantung diri setelah ketahuan selingkuh. Memang cerita perselingkuhan seperti itu sering kita baca. Tetapi yang membuat berita tersebut heboh adalah karena terdapat nama Sifa. Nama yang dimaksud memang adalah murid dari sekolah kami.
Setelah ditelusuri dengan menanyakan kepada beberapa teman Sifa yang juga tetangganya dan teman dekatnya diperoleh informasi bahwa memang benar Sifa adalah ‘istri simpanan’ pak Dono, sang kepala sekolah. Dia telah berhubungan dengannya semenjak dia duduk di bangku kelas dua sekolah menengah pertama. Sekolah yang sama dimana pak Dono memimpin di sekolah tersebut. Bahkan orang tua Sifa pun sudah mengetahuinya dan tidak keberatan akan hal itu.
“Kok bisa ya? Apa maksud orang tuanya? Orang tua macam apa dia?” tanya beberapa orang guru hampir berbarengan. Bu Denok menambahkan memang orang tuanya tergolong tak mampu. Ayahnya hanya pekerja serabutan. Dengan hubungan tersebut, di rumah Sifa sekarang terdapat toko kelontong kecil dan wartel (warung telekomunikasi). Setelah diselidiki di bank mini sekolah diketahui si Sifa mempunyai tabungan yang luar biasa banyak untuk ukuran seorang siswa. Dua puluh lima juta rupiah tersimpan rapi di rekening bank mininya.
Cerita di harian tersebut menjelaskan si kepala sekolah gantung diri di ruang tahanan mapolsek kenjeran. Sehari sebelumnya terjadi keributan di taman wisata Kenjeran. Seorang wanita tengah baya memergoki pak Dono bersama dengan Sifa duduk santai berdua di dalam mobil. Terbakar emosi, pintu mobil pun digedor dengan keras. Keluarlah pak Dono dengan wajah merah padam. Terjadi keributan di sana. Sifa masih duduk di dalam mobil ketakutan. Tak bisa berbuat apa-apa.
Tak berapa lama tiga orang polisi setempat menghampiri. Berusaha menelisik perkaranya. Berusaha mendamaikan keduanya. Tetapi dasar keras kepala, akhirnya mereka bertiga dibawa ke kantor polisi. Karena istri pertamanya membuat pelaporan, maka pak Dono harus mendekam di balik teralis besi. Pak Dono malu dibuatnya. “Daripada menanggung malu, diputuskannya menggantung dirinya,” pikirnya.  Dari sanalah cerita akhirnya menyebar melalui media massa. Membuat Sifa pun akhirnya mengundurkan diri tanpa pamit kepada pihak sekolah. Sifa terpaksa putus sekolah.
Dari cerita di atas kita tahu bahwa pergaulan di luar sana dapat berpengaruh buruk bagi kehidupan para remaja tentunya. Seharusnya sekolah sebagai tempat pengayom bisa melindungi anak didiknya juga orang tua dapat memberi nasehat dan kasih saying yang terbaik buat anaknya. Meluruskan jalan keliru yang telah dibuat anaknya. Bukan malah memanfaatkannya. (kd)


Read more ...

Artikel : LIBUR BERPETUALANG

Libur berpetualang

Berbasah-basah Di Pekalen Probolinggo


Libur empat hari telah datang. Kamis, 14 Mei hingga Minggu, 17 Mei 2015. Libur hari besar keagamaan. Semua meyambut dengan suka cita. Apalagi anak-anak. Terbayang di benaknya orang tuanya akan mengajaknya berlibur. Entah kemana.
Setelah berunding dengan beberapa anggota keluarga, maka diputuskanlah rafting sebagai pengalaman terbaru kami dalam mengisi liburan. Diantara beberapa tempat rafting yang ada di wilayah Pasuruan, Probolinggo dan Malang. Kami memilih Songa Adventure.
Berjarak + 60 km dari Sidoarjo, kami memulai perjalanan pukul tujuh pagi. Petualangan kali ini diikuti oleh 10 orang dengan dua mobil. Beriringan mobil berjalan santai menuju lokasi dalam waktu + 4 jam. Tak terasa pukul 10.30 kami telah sampai di Head Office tempat rafting di kota Probolinggo.
Dua orang pemandu rafting menyambut dengan ramah sambil menyebut nama pemesan yang telah kita lakukan sebelumnya. Kami dipersilahkan beristirahat barang sejenak sambil menikmati teh jahe hangat gratis.
Tak berapa lama kemudian seorang recepsionis mempersilahkan kami melakukan pemesanan di bagian reservasi. Memang harga karcisnya tergolong mahal. Perorang dihargai 269.000 rupiah. Harga tersebut seimbang dengan peralatan rafting yang mempunyai standar keamanan tinggi dan jamuan makan yang akan kita terima setelah berlelah ria melakukan kegiatan yang menguras tenaga.
Pukul 11.15 menit kesepuluh orang dari kami dan tiga orang pemandu diangkut dengan mobil bak terbuka menuju lokasi. Sepanjang perjalanan suara teriakan gembira, gurauan, tertawaan, peringatan terdengar di telinga kami bercampur dengan goncangan mobil yang melewati jalan berbatu yang rusak. Perjalanan dilanjutkan dengan menuruni bukit sejauh 300 meter menuju ke tepian sungai Pekalen.
Lima buah perahu karet warna merah kuning yang ditumpangi dua puluh lima orang berangkat beriringan setelah sebelumnya tata cara rafting dijelaskan dari pemandu. Perjalanan menyusuri sungai Pekalen dengan jarak tempuh + 10 km pun dimulai setelah melakukan doa bersama. Deru air, suara kelelawar, panorama air terjun, hijaunya bukit di kiri dan kanan sungai menawarkan keindahan dan decak kagum. Semuanya bercampur dengan rasa gembira, tertantang, dan was-was.
Pemandu menyuarakan maju, semua penghuni kapal mendayung dari depan ke belakang. Suara terdengar boom, maka dayung dihentikan dan penguninya turun sambil berjongkong untuk menghindari batu karang dan arus liar. Arus air yang menabrak batu besar yang banyak ditemukan di sepanjang sungai.
Dua spot indah dekat dengan air terjun menjadi jujugan kami. Perahu pun dihentikan. Semuanya turun dari perahu dan berfoto ria sambil bercengkrama. Pemandangan sangat indah di sana. Air di depan kami jatuh dari ketinggian dua puluh meter di atas kami. Kelelawar bergantungan sambil menyebarkan aroma yang sangat tidak sedap. Gua-gua kecil yang terbentuk akibat kikisan air terbentuk di bagian bawah bukit.
Pemberhentian ketiga kami berjarak kurang lebih 500 meter dari pos terakhir. Kami di jamu dengan minuman hangat dan pisang goreng di sebuah gubuk pinggir sungai. Setelah selesai perjalananpun dilanjutkan.
Akhir perjalanan rafting kami ada di suatu daerah dengan permukaan air yang tenang. Di depannya kira-kira 100 meter terdapat turunan yang tajam dengan sebongkah batu raksasa di tengahnya. Setelah turun dari perahu, dan berjalan menaiki bukit, maka sampailah kami di pos tempat mengangkut kami dengan mobil bak terbuka tadi menuju kantor pusat.
Makan siang telah menunggu kami. Setelah membersihkan diri dan melaksanakan ibadah (Sholat Dzuhur), beramai-ramai kita menyantap hidangan yang telah tersedia. Ada nasi putih dan nasi jagung ditemani dengan sayur ketewel, penyet ikan asap dan balado terong. Tersedia pula lauk tempe, tahu, dadar jagung, ikan asin, ikan teri dan kerupuk, serta sepiring buah semangka segar. Semunya habis dilalap sepuluh orang di meja itu. Rasa lapar pun sirna.
Setelah menguras keringat melawan arus  liar sungai Pekalen dan kekenyangan menyantap sederet makanan yang disajikan, kini tinggalah rasa lelah disekujur tubuh, kenangan indah di benak masing-masing wisatawan rafting, dan harapan pengelola mudah-mudahan akan kembali lagi.

Read more ...

Minggu, 24 Mei 2015

Feature : Belajarlah Kepada Junior

Belajarlah Kepada Junior
Feature :
Kesi Damayanti
Guru SMA Negeri 1 Menganti Gresik



Pagi itu kami sekeluarga meluncur ke arah jantung kota Jakarta. Monas adalah tujuan kami yang pertama. Monumen Nasional terletak di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.  itu adalah monumen peringatan perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah. Dengan ketinggian 132 meter, puncaknya yang berbentuk api dilapisi dengan emas.
Sepanjang perjalanan keindahan kota dan gedung-gedung tingginya memberikan rasa takjub di hati. Tak berapa lama sesampai kami di Monas, hujan deras mengguyur kota. Deras dan lama. Rusaklah acara yang telah kami susun. Kami hanya bisa terdiam di tempat kami berada . Banjir menggenangi kota sampai selutut orang dewasa. Kamipun gelisah dibuatnya.
Walaupun Jakarta ibukota Negara Indonesia dan sekaligus kota metropolitan, tetapi sering kudengar di televisi berita tentang bencana yang sering melandanya. Banjir, polusi, dan macet menjadi santapan sehari-hari warga Jakarta. Sungguh ironi mengetahuinya. Keadaan kota seakan berbanding terbalik dengan kemegahan dan kesohorannya.
Sebaiknya gubernur Jakarta sekarang, Ahok, sudi berkunjung ke Surabaya dan belajar tata kota kepada walikota Surabaya, Tri Risma Harini. Ibu walikota tersebut pasti dengan tangan terbuka mengajarkan bagaimana beliau menggali tanah dalam-dalam dan menempatan beton-beton raksasa di bawahnya. Tips jitu tersebut sedang dikerjakan oleh beliau sekarang ini.
Seperti diketahui banyak daerah di Surabaya di tanam beton-beton sebagai pengganti gorong-gorong dan selokan kecil. Pelebaran jalan dengan melewati atas beton-beton  yang telah menamcap di perut bumi tersebut. Dampak lingkungan juga tidak luput dari perhatiannya. Sampah-sampah penyumbat diangkut jauh dari pemukiman dan direcycle.  Perlahan tapi pasti kota Surabaya bakal terbebas dari masalah lingkungan tersebut. Mungkinkah kota besar berjuluk Jakarta belajar kepada juniornya Surabaya?




Read more ...

Artikel Pendidikan : Ten ways to make the learning process interesting

TEN WAYS TO MAKE THE LEARNING PROCESS INTERESTING

Teacher main job is teaching. It looks simple, but the main challenge is to make students interesting. They won’t be sleepy in the class. They won’t feel boring anymore. So they will listen and watch what the teacher explains with the high concentration. Teacher will be easy to deliver the main points and make the students understand.
Various efforts teacher can apply in the class. In teachers meeting, they can discuss it. Here are the efforts :
1.                  As curriculum 2013 said that students ought to study in group. To make the group works maximum, it has 3 or 4 students in it. The group will discuss the project. It will be done by asking and answering questions.
2.                  Ask the students to present what they have done in front of the class. While presenting, the other students/group will prepare questions to be asked. All of them will concentrate on this activity.
3.                  Point one or two students as an example to explain the subject that you have delivered before. It will sharpen their memory and grow self-confidence. The other will make notes to be asked.
4.                  Teacher can use technology in learning process, like LCD, laptop, etc made in power point with interesting pictures/images or features inside.
5.                  Make the situation of learning process in the class like playing a game. Game likes playing drama, hide and seek of missing words/numbers, searching the place in the globe, making quiz, etc. Game will develop their creativities.
6.                  Ask them to do the test that you have made through the net; in web or blog. Ask them to bring their own laptop or share with their friends.
7.                  Ask them to have a research. It will be done in the laboratory, library, mini bank or mini museum that can be prepared by school. High activity of moving will make them interesting in learning process.
8.                  Invite them to follow outdoor learning process. It can be done in the hall, in the garden, in the sitting points (joglo), walking around the school, etc. The situation and the bright sun make them easily breath. So the brain will be filled with ideas.
9.                  School should have outdoor activity once a year. It’s packed like study tour, nature study, learning to neighbor, etc. Teachers can include the tasks. This outdoor activity will make them busy and learn to be independent.
10.              There is a program ‘sister school’. The school joins a study with others in the same country or abroad. Selected students will be sent to study everything special from the new place. They can exchange their abilities for about three to six months.
When learning process interests them, the students will feel longing to meet not only the teacher but also the teaching. Information and knowledge will be easily caught by their brain as well as teaching inserted five senses and emotion. (kd)



Read more ...
Designed Template By Blogger Templates - Powered by Sagusablog